Sukanto Tanoto, Pengusaha Besar Indonesia yang Aktif Berkegiatan Sosial

Sukanto Tanoto, Pengusaha Besar Indonesia yang Aktif Berkegiatan Sosial

Nama Sukanto Tanoto telah lama dikenal sebagai salah satu pengusaha kawakan Indonesia. Grup Royal Golden Eagle atau yang kini lebih dikenal dengan nama Royal Golden Eagle memiliki unit bisnis yang tersebar tidak hanya di Indonesia namun juga ke belahan dunia lain seperti Cina dan Brazil. Namun siapa sangka jika Sukanto Tanoto ternyata juga aktif dalam kegiatan sosial.

Membangun TK dan SD Demi Membantu Pemerataan Pendidikan

Kesuksesan yang berhasil diraih oleh Sukanto Tanoto membuat beliau sadar bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mengentaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan. Akan tetapi, untuk mendapatkan pendidikan berkualitas masyarakat juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Lingkaran setan seperti ini membuat beberapa kalangan semakin terpuruk hingga melahirkan paradigma bahwa mereka yang kaya akan tetap kaya sedangkan bagi mereka yang miskin akan tetap miskin.

TK Raja Garuda Mas di Besitang, Sumatera Utara
Sumber : TanotoFondation.org

Menyadari bahwa tidak semua kalangan masyarakat memiliki sumber daya yang cukup untuk mengakses pendidikan berkualitas, Sukanto Tanoto dan istri, Tinah Bingei Tanoto memilih dunia pendidikan sebagai jalan untuk berkontribusi.

Kontribusi Sukanto Tanoto dan istri dalam dunia pendidikan dimulai pada tahun 1981 dengan mendirikan TK dan SD di Besitang, Sumatera Utara. Kegiatan filantropi tersebut sengaja dilakukan di daerah pedesaan bukan tanpa alasan. Dibandingkan dengan daerah perkotaan, kawasan pedesaan jauh lebih membutuhkan bantuan dalam menyediakan fasilitas pendidikan.

Hingga kini TK dan SD pertama yang dibangun oleh Sukanto Tanoto dan istri masih bertahan. Tidak hanya itu, pendampingan pendidikan dari grup yang dipimpinnya, yakni Royal Golden Eagle semakin meluas hingga ke beberapa daerah, termasuk Jakarta.

Tanoto Foundation, Sumbangan Sukanto Tanoto dan Istri untuk Pendidikan Indonesia

Tahun 1981 merupakan tahun penting bagi Sukanto Tanoto dan grup Royal Golden Eagle yang dipimpinnya. Tahun tersebut menjadi tonggak berdirinya Tanoto Foundation sebagai sebuah sumbangan untuk membantu memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Tanoto Foundation merupakan buah dari usaha Sukanto Tanoto dan istri. Demi bisa memberi kontribusi yang lebih besar, organisasi filantropi independen Tanoto Foundation resmi berdiri pada tahun 2001.

Sebagai Dewan Pembina, Sukanto Tanoto dan istri selalu melibatkan diri dalam kegiatan filantropi Tanoto Foundation. Kepedulian terhadap sesama dan kegemaran dalam mengikuti kegiatan filantropi juga beliau tularkan kepada anak-anaknya. Bahkan ketiga anaknya, yakni Belinda Tanoto, Anderson Tanoto dan Imelda Tanoto kini telah menjadi bagian dari Tanoto Foundation sebagai anggota.

Sejak awal berdirinya, Tanoto Foundation langsung memfokuskan diri pada dunia pendidikan. Tidak hanya pendidikan anak-anak saja, organisasi filantropi independen ini juga aktif dalam sektor pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kualitas hidup.

Program TELADAN dari Tanoto Fondation
Sumber : tanotofoundation.org

Beberapa contoh kegiatan filantropi yang rutin dilakukan Tanoto Foundation di antaranya adalah pemberian beasiswa untuk jenjang kuliah dan program TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan). TELADAN sendiri merupakan sebuah program yang diselenggarakan untuk membentuk pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu memberi dampak positif pada lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaannya, program TELADAN diselenggarakan dengan kerja sama universitas-universitas besar seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Universitas Riau, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Andalas dan Universitas Brawijaya.

Selain aktif dalam kegiatan pendidikan, Tanoto Foundation yang dibangun oleh Sukanto Tanoto dan istri juga aktif memberi bantuan pendanaan pada beberapa riset medis, khususnya untuk meneliti penyakit-penyakit endemik di Asia.

Leave a Reply